Minggu, Agustus 03, 2008

akhirnya ia ditangkap juga

Belasan tahun buron, akhirnya Radovan Karadzic, “Jagal Srebrenica” itu pun tertangkap. Saatnya menanti hukuman yang setimpal bagi pembantai 8.000 orang Muslim Bosnia tersebut.

Mantan presiden Serbia-Bosnia ini ditetapkan sebagai buron oleh Mahkamah Kejahatan Perang PBB karena telah melakukan aksi genosida kepada warga Muslim Bosnia tahun 1992-1995 silam. Ia melakukan pembantaian paling mengerikan dalam sejarah Eropa sejak Perang Dunia II.



Setelah hidup berbelas tahun dalam pelarian, Karadzic pun tertangkap di Beograd, ibukota Serbia, Senin (21/7). Ia ditangkap bersama seorang tersangka lain, pada malam menjelang pertemuan para menteri luar negeri Eropa yang membahas hubungan dengan Serbia yang dipimpin tokoh pro-Barat, Boris Tadic.



Tempat persembunyian Karadzic di Serbia sebenarnya sudah menjadi pembicaraan masyarakat internasional. Barat juga telah lama curiga bahwa Beograd sengaja tidak mencari Karadzic secara serius. Keengganan ini terkait dengan citra Karadzic yang masih dianggap pahlawan oleh kalangan nasionalis militan Serbia ketika Yugoslavia ambruk dan pecah. Beograd baru serius mencari setelah penangkapan Karadzic dijadikan tiket bergabung dengan Uni Eropa.



Karadzic, ketika ditangkap telah menjadi sosok yang “berbeda” dengan rambut dan janggut putihnya. Ia hidup dengan identitas palsu dan berpraktik sebagai ahli pengobatan alternatif di Serbia. Saat digelandang petugas, Karadzic menunjukkan kartu identitas palsu dengan nama Dragan Dabic.



Rasim Ljajic, menteri Serbia yang menangani hubungan dengan Mahkamah Kejahatan Perang Internasional di Den Haag, mengatakan, Karadzic hidup secara meyakinkan sebagai warga non-Serbia, dan menggunakan dokumen palsu. "Kenyataan bahwa dia terlibat dalam pengobatan alternatif, mendapatkan nafkah dari berpratik pengobatan alternatif, menujukkan bahwa dia bekerja," kata Ljajic dalam konferensi pers di Beograd.



Kepada wartawan, Ljajic juga memperlihatkan
foto Karadzic dengan kaca mata, rambut panjang putih dan jambang yang juga putih. Foto itu sangat berbeda dengan sosok flamboyan yang dulu menggelar konferensi pers di kawasan yang dikuasai Serbia-Bosnia di kawasan perbukitan di atas kota Sarajevo ketika pasukannya mengepung kota itu. Karadzic terakhir kali terlihat di Bosnia Timur pada Tahun 1997 dan sebelumnya diperkirakan bersembunyi di Montenegro.



Di Sarajevo, warga Muslim Bosnia dan Kroasia merayakan penangkapan Karadzic itu dengan turun ke jalan. Sarajevo merupakan ladang pembantaian terhadap ribuan warga Muslim ketika pasukan Karadzic yang didukung Beograd mengepungnya selama 43 bulan. Warga keluar di malam hari ke jalan-jalan raya guna merayakan keberhasilan pemerintah menangkap lelaki yang dituntut secara hukum oleh Mahkamah Internasional karena telah membantai ribuan warga Muslim tersebut.



"Saya membangunkan seluruh anggota keluarga," kata Fadil Bico, seorang warga Sarajevo, di tengah-tengah maraknya kendaraan berseliweran di jalan-jalan sambil membunyikan klakson. Sementara itu, Radio Bosnia memutar kembali ucapan pidato Karadzic yang penuh kebencian di masa perang.



Pemerintah Serbia dan Uni Eropa memuji penangkapan Radovan Karadzic dan menyebutnya sebagai titik penting hubungan kedua pihak. Menteri Luar Negeri Serbia, Vuk Jeremic mengatakan, penangkapan Karadzic menunjukkan komitmen Beograd untuk bergabung ke Uni Eropa.



Sementara itu, Komisioner Perluasan Uni Eropa, Olli Rehn mengatakan, pihaknya berharap penangkapan ini bisa melapangkan jalan bagi hubungan yang lebih hangat antara Serbia dan Uni Eropa. Namun beberapa anggota Uni Eropa menekan Serbia agar menangkap semua tersangka penjahat perang jika ingin diakui sebagai calon anggota Uni Eropa.



Richard Golbrooke, mantan asisten Menteri Luar Negeri AS Urusan Eropa yang merundingkan kesepakatan Dayton 1995 yang mengakhiri perang di Bosnia, menyambut baik penangkapan Karadzic yang dia gambarkan sebagai otak sejati pembunuhan massal. Barat juga mendesak ditangkapnya Panglima Militer Serbia Bosnia Ratko Mladic yang hingga kini masih buron. Duet “maut” Radovan Karadzic dan Ratko Mladic inilah yang membantai 8.000 warga Muslim tak berdosa di Srebrenica.



“Penangkapan Radovan Karadzic adalah satu jaminan bahwa setiap pelaku tindak kejahatan kemanusiaan akan cepat atau lambat menghadapi sistem peradilan,” kata Munira Subasic ketua Asosiasi Ibu-Ibu Srebrenica, perkumpulan ibu-ibu yang sanak kerabatnya menjadi korban kekejaman Karadzic dan Mladic dalam pembantaian Srebrenica.



Dakwaan menanti

Sejak tahun 1995, Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) memburu Radovan Karadzic untuk diadili bersama pemimpin Serbia-Bosnia lainnya, seperti Slobodan Milosevic yang meninggal di dalam tahanan dan Ratko Mladic yang masih buron. “Di Den Haag, Belanda, setumpuk dakwaan sudah menanti,” kata jurubicara ICC Nerma Jelacic.



Menurut Jelacic, Karadzic didakwa terlibat dalam genosida, pembunuhan, pemusnahan, perlakuan kejam, dan penyiksaan. Dakwaannya mencakup beragam kejahatan yang dilakukan di Bosnia Herzegovina antara Maret hingga Desember 1992 ketika Republik Serbia Bosnia dideklarasikan dan Radovan Karadzic menjabat presiden.



Karadzic juga didakwa atas kejahatan yang dilakukan antara tahun 1992 sampai November 1995, termasuk genosida di Srebrenica. Hakim telah memutuskan, Karadzic harus dipindahkan ke mahkamah kejahatan perang, namun pengacaranya akan mengajukan banding atas putusan tersebut.



Selasa sore (22/7) para pendukung Karadzic di Serbia bentrok melawan polisi ketika memprotes penangkapan mantan pemimpin mereka. Pemrotes yang berkumpul di pusat kota Beograd meneriakkan nama Karadzic dan melempar petasan serta kursi ke arah polisi dan mulai memecahkan kaca-kaca kafe di dekat mereka. Polisi turun-tangan dan mengepung mereka. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.



Kerumunan orang-orang yang memprotes itu pun bubar setelah Sekretaris Jenderal kubu ultra-nasionalis, Partai Radikal Serbia, Aleksandar Vucic menyeru mereka agar ikut dalam protes massal akhir pekan ini. Adik Radovan Karadzic, Luka Karadzic, juga terlihat dalam demo itu


sumber: sabili

Tidak ada komentar: