kini, 4 tahu telah berlalu pelan tapi pasti bangunan bangunan yang rubuh ataupun hancur terkena hempasan gelombang tsunami telah selesai direhab dan direcoveri. namun satu hal yang sangat disesalkan adalah kenapa masih banyak orang yang tidak sadar dengan musibah yang telah diberikan oleh Allah ini...sebagian dari mereka yang selamat hanya berfikir bahwa peristiwa gelombang tsunami hanyalah fenomena alam biasa.
akibatnya....walaupun kini di aceh telah ada peraturan khusus atau yang lebih sering disebut Qanun oleh orang aceh, Qanun tentang Syariah Islam bahkan dilengkapi dengan petugas khusus untuk menndisiplinkan orang orang yang berbuat pelanggaran terhadap syariah islam yang disebut Polisi Wilayatul Hisbah tapi tetap saja pelanggaran syariah masih terjadi.
sebenarnya yang harus diteliti dan dicek ulang mengapa didaerah yang notabane penduduknya beragama islam, orang tuanya islam, lingkungannya islam, harusnya rakyat aceh lebih kuat lagi imannya.. namun seiring dengan masuknya LSM (lembaga swadaya masyarakat) atau NGO (Non Goverment Organization) yang berasal dari luar aceh bahkan luar indonesia..dimana diantaranya membawa misi misi tersendiri bahkan ada juga yang membawa misi merusak akhlaq..sungguh jika tidak ada tameng keimanan sangatlah banyak rakyat aceh yang berpindah agama, karena di iming iming oleh beras 1 karung dan indomie 1 kardus.
begitu besar pengaruh dunia luar yang masuk keaceh membuat kita sebagai geenerasi muda harus memberbanyak tameng keimanan agar tidak terjerumus kedalam lembah kenistaan dimana banyak terjadi case anak memperkosa ibunya, ataupun bapak menghamili putrinya bahkan yang sangat sadis karena takut menanggung malu anaknya dibunuh..naudzubillah...
saudara saudaraku..akankah kita terus begini??? setelah 4 tahun aceh ditimpa bencana tsunami..kini saatnya kita untuk bangkit menuju perubahan, apalagi tak lama lagi pentas demokrasi paling besar akan digelar di negara ini, khususnya di aceh..pilihkan pemimpin yang bisa memberikan rasa aman, pemimpin yang selalu berkata iya untuk yang benar dan tidak untuk yang bakhil. jika pemimpin saja sudah menerapkan hukuman untuk orang yang bersalah tanpa pandang bulu, InsyaAllah keadilan akan ditegakkan dibumi syariah islam..bila mana sudah begitu, tidak ada lagi orang yang teriak teriak melanggar hak azazi manusia lantaran dia tidak bisa ikut pemilihan caleg dikarenakan yang bersangkutan tidak bisa membaca AlQura'an.. otomatis..dia akan merasa malu dan mulai belajar dari sekarang.
saudara saudara ku..tidak pernah ada kata terlambat untuk berubah..mulailah dari diri sendiri, kemudian keluarga kita, kemudian masyarkat disekitar kita..InsyaAllah Aceh akan menemukan kembali hak dan martabatnya sebagai daerah serambi mekkah...Amiin
begitu besar pengaruh dunia luar yang masuk keaceh membuat kita sebagai geenerasi muda harus memberbanyak tameng keimanan agar tidak terjerumus kedalam lembah kenistaan dimana banyak terjadi case anak memperkosa ibunya, ataupun bapak menghamili putrinya bahkan yang sangat sadis karena takut menanggung malu anaknya dibunuh..naudzubillah...
saudara saudaraku..akankah kita terus begini??? setelah 4 tahun aceh ditimpa bencana tsunami..kini saatnya kita untuk bangkit menuju perubahan, apalagi tak lama lagi pentas demokrasi paling besar akan digelar di negara ini, khususnya di aceh..pilihkan pemimpin yang bisa memberikan rasa aman, pemimpin yang selalu berkata iya untuk yang benar dan tidak untuk yang bakhil. jika pemimpin saja sudah menerapkan hukuman untuk orang yang bersalah tanpa pandang bulu, InsyaAllah keadilan akan ditegakkan dibumi syariah islam..bila mana sudah begitu, tidak ada lagi orang yang teriak teriak melanggar hak azazi manusia lantaran dia tidak bisa ikut pemilihan caleg dikarenakan yang bersangkutan tidak bisa membaca AlQura'an.. otomatis..dia akan merasa malu dan mulai belajar dari sekarang.
saudara saudara ku..tidak pernah ada kata terlambat untuk berubah..mulailah dari diri sendiri, kemudian keluarga kita, kemudian masyarkat disekitar kita..InsyaAllah Aceh akan menemukan kembali hak dan martabatnya sebagai daerah serambi mekkah...Amiin