berabad sudah peristiwa itu terjadi, namun sampai masih diperingati secara meriah oleh seluruh manusia di seluruh dunia..spesially di aceh. namun belakangan ini peristiwa ini hanya diperiingati sebagai serimonial belaka aja. setiap tahun selalu saja diperingati berbagai macem hari besar Islam, mulai dari Isra Mi'raj, Tahun baru Hijriah, Maulid Nabi Muhammad SAW sampai peringatan nuzulul Quran di bulan ramadhan setiap tahunnya ditanggal 17 ramadhan.
namun kecanyataan yang terjadi apa?? setelah aceh diguncang dengan peristiwa besar Tsunami tahun 2004 dan telah selesainya perang saudara selama 30 tahun..30 tahun lebih coba bayangkan, ternyata apa yang terjadi.??? semakin banyak maksiat yang dilakukan di serambi mekkah ini. petugas Wilayatul Hisbah yang dibentuk oleh parlemen Dinas Syariah Islam ternyata ga menancap kukunya.. mereka kebanyakan hanyalah makan gaji buta saja. ga ada hasil sama sekali. justru salah satu dari mereka menjadi oknum yang berbuat zina..naudzhubillah mindzalik.
belum lagi dari sektor TNI/polri, tidak sedikit diantara mereka yang mengHALALkan SOGOK MENYOGOK..mau masuk polisi harus ada uang Rp 40 juta, setelah jadi polisi memeras rakyat agar bisa kembalikan uang yang telah digunakan untuk masuk polsi.
disisi pemerintahan dan BUMN, tidak sedikit praktek manipulasi yang dilakukan , kwitansi kwitansi fiktif dibuat agar pundi pundi uang mengalir lancar kedalam kantong kantong pribadi.begitu banyak dana yang dipindah kelolakan..dana pendidikan yang harusnya diberikan kepada setiap sekolah di setiap kabupaten di aceh untuk dibuat satu lab komputer agar siswa siswi bisa, mengerti dan mahir menggunakan komputer malah di TILAP padahal dana yang diberikan sangatlah besar.
belum lagi masalah GAS..
aceh mendapat bantuan 8 Triliun tepat pada hari jum'at tanggal 1 agustus 2008 sbagai bantuan dari pemerintah pusat, namun karena kelicikan oknum oknum uang tersebut bisa bisa uang tersebut hanya dapet cuma 2 Triliun, 6 triliun sisanya LENYAP.
dari sektor DPRK/DPRD seandai mereka memang serius ingin menciptakan aceh sebagai daerah syariah islam, mulai dengan menugaskan komisi 1 / A bidang agama agar dibuat sebuah QANUN / peraturan tentang pakaian yang boleh dijual di seluruh NAD adalah pakaian MUSLIM/MUSLIMAH. pastinya tidak akan ada lagi wanita wanita yang memakai pakaian yang ketat sehingga menimbulkan shahwat bagi para lelaki yang memandangnya baik secara sengaja ataupun tidak sengaja. Insya Allah
melalui momentum Isra dan Mi'raj ini marilah kita ubah diri ini agar lebih baik dengan meningkatkan ketaqwaan kita pada Allah SWT, kemudian dengan melakukan beberapa petunjuk yang telah diberikan lewat Alqur'an dan Hadist. yakni antara lain:
1. Berpegang teguh pada Ulama.
sebuah negara akan berhasil jika seluruh elemen pemerintah sebelum bertindak melakukan segala sesuatu selalu dikonsultasikan dengan ulama.
2. Umara/ pemerintahan yang adil
jika pemerintah mampu berbuat adil tidak akan ada lagi kejahatan yang terjadi diAceh ini khususnya, tidak akan ada lagi kesewenang wenangan, tidak lagi ada yang teriak teriak HAM namun tidak ada realisasinya
3. Orang Kaya yang rajin bersedeqah
jika orang yang mempunyai harta selalu menyumbangkan harta dijalan Allah niscaya tidakkan ada kemalingan pencurian dan tidak akan korupsi yang terjadi
4. menyayangi fakir miskin dan anak yatim
anak yatim dan fakir miskin adalah kewajiban kita untuk selalu menjaga dan memelihara mereka, karena Allah sangat menyayangi dan mengasihi orang orang yang menyanyangi fakir miskin dan anak yatim, barang siapa yang selalu menjaga anak yatim , dan selalu berdoa pada Allah SWT insyaAllah pasti akan dimudahkan segala perkara didunia ini.
Amin..
2 komentar:
Sebuah perenungan luar biasa buat qt bahwa acara hari besar keagamaan bukan sekedar untuk diperingati, namun yg trpenting adalah bagaimana qt memuhasabah diri qt khususnya agar selalu mempunayi motto hidup amar makruf nahi munkar.
Berusaha memulai kebaikan dari diri sendiri, mulai dr yg terkecil dan mulai saat ini (nyontek kata2 Aa' Gym, hehehehe..)
thanks..semoga kita bisa jadi orang yang selalu ber amar mak'ruf nahi munkar
Posting Komentar